image

MENELUSURI JEJAK SEJARAH KERAJAAN SULTAN HASANUDDIN, RIHLAH ILMIAH BOARDING ATHIRAH BUKIT BARUGA KUNJUNGI BENTENG SOMBA OPU

Klik untuk mendengarkan isi berita dalam Bahasa Indonesia.

MAKASSAR — Dalam upaya meningkatkan wawasan kesejarahan dan kecintaan terhadap budaya lokal, siswa-siswi boarding athirah bukit baruga mengadakan kegiatan rihlah ilmiah (perjalanan edukatif) ke situs peninggalan sejarah kerajaan sultan hasanuddin di benteng somba opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (25/8/2026).

Sebelum bertolak menuju lokasi bersejarah tersebut, rombongan yang terdiri dari puluhan siswa dan para guru pembina ini dilepas langsung oleh Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga.

Dalam sambutannya Mas Aman Uppi, S.Pd.,M.Pd. saat acara pelepasan di lingkungan asrama itu, beliau menitipkan pesan penting. kepada seluruh peserta.

"Jadikan perjalanan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan safar yang bernilai ibadah dan ilmu. Jaga adab selama berada di luar lingkungan sekolah, perhatikan baik-baik jejak sejarah pahlawan kita, dan ambillah hikmah atau ibrah dari kegigihan pendahulu kita di tanah Sulawesi ini," tuturnya.

Setibanya di kawasan bersejarah peninggalan kerajaan gowa tersebut, para siswa diajak menelusuri jejak kejayaan kerajaan sultan hasanuddin pada masa lalu. Rombongan berkeliling mengamati sisa-sisa struktur bata merah benteng yang dulunya merupakan pusat perdagangan rempah-rempah internasional pada abad ke-16.

Selain mempelajari fungsi pertahanan benteng pada masa kejayaan Sultan Hasanuddin, para siswa juga mengeksplorasi kawasan miniatur rumah-rumah adat dari berbagai etnis di Sulawesi Selatan, seperti Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja, yang berada di dalam kompleks yang sama.

Salah satu siswa boarding athirah bukit baruga Muh. Ayatullah Yusuf Latif mengaku senang mengikuti kegiatan rihlah ilmiah karena dapat belajar sejarah secara langsung di lokasi bersejarah.

“Saya sangat senang mengikuti rihlah ilmiah ini karena kami tidak hanya belajar dari buku, tetapi bisa melihat langsung peninggalan sejarah di benteng somba opu. Dari kunjungan ini saya jadi lebih memahami perjuangan dan sejarah Kerajaan Gowa serta pentingnya menjaga warisan budaya,” ungkapnya.

Melalui pembelajaran langsung di lapangan, para siswa diharapkan semakin mencintai sejarah serta mampu mengambil nilai-nilai keteladanan dari perjuangan para pendahulu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Previous PostSemarak Kemerdekaan, Siswa SD Islam Athirah Bone Antusias Ikuti Beragam Lomba HUT RI